Kurban Bagi Orang Toraja Dan Kurban Dalam Alkitab

Authors

  • Ascteria Paya Rombe INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA

DOI:

https://doi.org/10.34307/kamasean.v2i2.37

Keywords:

Sacrifice, Old Tastement, Redemption, God, Mantunu, Rambu Solo’, Kurban, Perjanjian Lama, Penebusan, Allah, Rambu Solo’

Abstract

Abstract: The author raises this title departs from concerns about the problems that occur in the life of the Toraja people, especially regarding the culture of mantunu. Outside criticism emphasizes the abuse of motivation in rituals, which results in large-scale slaughter of animals. Another impact is the increasing gambling in the tedong silaga arena (buffalo fighter) which is carried out before a series of Rambu Solo’ ceremonies are held. The author then reviews theologically-sociologically to answer this problem. After the authors conducted the research, the saroan group sociologically is one of the causes of the slaughter of largescale animals today, with various motivations in them. Even if the cause is covered or wrapped in the value of respect for parents. But in reality these values have begun to be displaced by social motivations, such as the demands of saroan, to maintain a good name, as an identity of wealth, and as a cultural habit for the Toraja people. Based on theological observations, the truth is that your mantunu is not against the Christian faith, as long as your family is not motivated by things that do not respect or obey God.

Abstrak: Penulis mengangkat judul ini berangkat dari keprihatinan terhadap masalah yang terjadi dalam kehidupan orang Toraja, khususnya menyangkut budaya mantunu. Berbagai kritik dari luar menegaskan mengenai penyelewengan motivasi dalam ritual tersebut, yang mengakibatkan penyembelihan hewan yang berskala besar. Dampak lainnya ialah semakin meningkatnya perjudian di arena tedong silaga (kerbau petarung) yang dilakukan sebelum serangkaian upacara Rambu Solo’ dilaksanakan. Penulis kemudian meninjau secara teologis-sosiologis guna menjawab permasalahan ini. Setelah penulis melakukan penelitian, secara sosiologis kelompok saroan merupakan salah-satu penyebab penyembelihan hewan bersakala besar saat ini, dengan berbagai motivasi di dalamnya. Sekalipun penyebab tersebut ditutupi atau dibungkus dalam nilai penghormatan terhadap orang tua. Tetapi pada kenyataannya nilai tersebut mulai tergeserkan oleh motivasi-motivasi sosial, seperti tuntutan saroan, untuk mempertahankan nama baik, sebagai identitas kekayaan, dan sebagai adat kebudayaan bagi orang Toraja. Berdasarkan peninjauan teologis, maka sesungguhnya mantunu tidaklah bertentangan dengan iman Kristen, sejauh keluarga yang mantunu tidak dimotivasi oleh hal-hal yang tidak menghormati atau mentaati Allah. 

References

LAI, Alkitab (Terjemahan Baru), Jakarta, 2013

Kamus Besar Bahasa Indonesia, Elektronik

Deperteman Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2007

Tammu, J. & H. Van den Veen, Kamus Toraja-Indonesia, Rantepao: P.T Sulo, 2016

Abdullah, Mulyana, “Qurban: Wujud Kedekatan Seorang Hamba Dengan Tuhannya,” Jurnal Pendidikan Agama Islam -Ta’lim Vol. 14 No. 1 – (2016)

Ada’, John Liku, “Sebuah Pesan untuk Perayaan Natal Ekumenis,” dalam Perantau Toraja Bersama Membangun Toraja, Peny. Michael Andin Jakarta: Penerbit PPAT, 2010.

B. Horton, Paul dan Chester L. Hunt., Sosiologi Jilid 1 Terjemahan I Aminuddin Ram Jakarta: PENERBIT ERLANGGA, t.t.

Buchanan, Andrew J., “Budaya Malu” Modul Kuliah, IAKN Toraja, Toraja, 5 Mei 2020

B. Subagyo, Andreas., Pengantar Riset Kuantitatif dan Kualitatif Bandung: Kalam Hidup, 2004.

Citra Ranteallo, Ikma., Kerbau Orang Toraja: Mitos, Kapital dan Arena Sisoal Jakarta: Pyramida Media Utama, 2010.

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia Jakarta: Balai Pustaka, 2007.

Ensiklopedia Alkitab Masa Kini Jilid 1 Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2008.

Gerit Singgih, Emanuel., Korban dan Perdamaian: Studi Lintas Ilmu, Lintas Budaya, dan Lintas Agama Mengenai Upaya Manusia Menghadapi tantangan Terhadap Kehidupan di Luar Kendalinya Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2018.

Gereja Toraja, “Komisi Chusus penelitian adat dan kebudajaan (9 s/d 16 April 1972),” dalam Laporan kepada Synode Am ke-XII Geredja Toradja, Palopo: PT Sulo, 1972.

Hantono, Dedi, “Aspek Perilaku Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial pada Ruang Terbuka Publik,” Nature: National Academic Journal of Architecture 5, no. 2 (2018).

Hinson, David F., Sejarah Israel Pada Zaman Alkitab Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2019.

Imam Suprayogo dan Tobroni, Metodologi Penelitian Sosial-Agama Bandung: Rosdakarya, 2003.

J. Moleong, Lexy., Metodologi Penelitian Kualitatif Bandung: PT Rosdakarya, 2002.

Kabanga’, Andarias, Manusia Mati seutuhnya: Suatu Kajian Antropologi Kristen Yogyakarta: Media Presindo, 2002.

Kobong, Th., Manusia Toraja, Seri Institut Thelogia No. 2, 1983.

Injil dan Tongkonan, Jakarta: Gunung Mulia, 2008.

Aluk, Adat, dan Kebudayaan Toraja dalam Perjumpaan dengan Injil

Jakarta: Institut Theologia Indonesia, 1992.

Mudana, Wayan, Bahan Ajar Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar Berorientasi Integritas Nasional Dan Harmoni Sosial Berbasis Tri Hita Karana, Depok: Rajawali Pers, 2018.

M. Peterson, Robert., Tafsiran Alkitab: Kitab Imamat Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.

Moris, Leon, Teologi Perjanjian Baru, Terjemahan I Pidyarto O Carm. Malang: Gandum Mas, 2014.

Nasir, Mohammad., Metode Penelitian Sosial dan Pendidikan Jakarta: Ghalia Indonesia, 1998.

Panggara, Robbi., Upacara Rambu Solo’ di Tana Toraja: Memahami Bentuk Kerukunan di Tengah Situasi Konflik Bandung: Kalam Hidup, 2015.

Seno Paseru, Aluk Todolo Toraja: Upacara Pemakaman Masa Kini Masih Sakral (Salatiga: Widya Sari Pers, 2004.

Raho, Bernard, Sosiologi, Maumere: Penerbit Ledalero, 2014.

Rowley, H.H., Ibadat Israel Kuno Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2019.

Sarira, Y.A., Rambu Solo’ dan Persepsi Orang Kristen Tentang Rambu Solo’ Rantapao: Percetakan Sulo Gereja Toraja, 1996.

Sirajuddin, Sitti Nurani dkk, Beberapa Motivasi Masyarakat Toraja Memotong Ternak Kerbau Pada Acara Adat (Rambu Solo’ Dan Rambu Tuka’), Jurnal Akuntansi Multiparadigma, Volume 6, Nomor 2, Agustus 2015.

Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif Bandung: Alfabeta, 2012

Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D Bandung: Alfabeta,

Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D Bandung: Kalam

Hidup, 2009.

Metodologi Penelitian Kualitatif Bandung: PT Rosdakarya, 2002.

Tangdilintin, L.T., Toraja dan Kebudayaan Toraja: Yayasan Lepongan Bulan, 1980.

Veen, H. van der, The Merok Feast of the Sa’Dan Toradja, Verhandelingen van Het Koninklijk Instituut Voor Taal-, Land- En Volkenkunde (Netherlands: Springer Netherlands, 1965.

Teguh Purwanto, Ani., “Arti Korban Menurut Kitab Imamat” dalam https://media.neliti.com/media/publications/283367-arti-korban-menurut-kitab-imamat-94034aa0.pdf diakses pada Rabu, 11 September 2019 pukul 19.00

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, “Kurban dan Korban,” http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/petunjuk_praktis/561 (diakses 23 Juli 2020).

Published

2021-12-27

How to Cite

Ascteria Paya Rombe. (2021). Kurban Bagi Orang Toraja Dan Kurban Dalam Alkitab. KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen, 2(2), 39-60. https://doi.org/10.34307/kamasean.v2i2.37